“The Nicest Place to Study” ?

Posted: April 26, 2011 in Opini

FEB UKSW memasang papan iklan “The Nicest Place to Study” di Jalan Diponegoro (depan SMP Pangudi Luhur), Jalan Adisucipto (depan rumah makan Lentera) dan Jalan Kartini (depan SMAN 3) Salatiga.

Teks kalimat tersebut jika diterjemahkan secara bebas atau berdasarkan kamus susunan Echols dan Shadily (2000) berarti “tempat paling baik untuk belajar”. Atau dapat juga berarti “tempat paling menyenangkan untuk belajar”.  Mari kita bedah bahasa iklan perguruan tinggi ini. Kita ajukan sejumlah pertanyaan, tentu saja bukan untuk membuktikan apakah FEB benar hebat atau tidak.

Pertama, tempat yang paling nice di mana? Di Salatiga, Jawa Tengah, Indonesia bagian Barat, Asia Tenggara atau Jagat Raya? Kedua, tempat yang paling nice dalam bidang atau hal apa? Dalam bidang kegiatan kemahasiswaan yang pakai kartu poin, penghapusan mata-kuliah Filsafat, akses registrasi matakuliah yang lemot, gaftar alir matakuliah yang tak pernah tertaati? Ketiga, tempat yang paling nice kapan dan sejak kapan? 1956, 1988, 1995, 2006 atau 2010? Keempat, apa sih indikatornya sehingga FEB didaku oleh sang pembuat iklan sebagai the nicest place to study?


Pertanyaan-pertanyaan di atas sesungguhnya berhulu dari pertanyaan: ada nggak penelitian atau survei yang hasilnya menunjukkan bahwa FEB UKSW sebagai the nicest place to study? Jika ada, kenapa tidak dicantumkan sebagai ”legitimator” dan jika tidak ada, kenapa ditulis seperti itu?

Teks iklan FEB itu mengandung kata superlatif yaitu the nicest. Dalam bahasa Indonesia, kata superlatif biasanya ditunjukan oleh penggunaan kata “paling” atau awalan “ter” yang bermakna superioritas (terkeren, tergagah, paling hebat, paling jago), tingkat perbandingan (terbaik, paling kaya), atau posisi pemeringkatan (tercepat). Dalam bahasa Inggris contohnya nicest, hardest, best atau most beautiful.

Kesuperlatifan bisa lahir jika telah melewati proses pembandingan. Pemirsa bertanya-tanya. Yang pasti, dakuan the nicest place tidak tepat jika dasarnya merujuk kepada kampus yang rindang, sarat pepohonan dan terletak di kota sejuk.

Salatiga memang tidak terbantahkan sebagai kota yang adem dibandingkan Jakarta atau Semarang misalnya. Namun tunggu dulu untuk ukuran kehijauan kampus atau kebijakan lingkungan (environment policy). UKSW tidak masuk “daftar”.

Baru-baru ini Universitas Indonesia membuat pemeringkatan perguruan tinggi dunia berdasarkan indikator seperti kehijauan, tata-kelola sampah, energi dan perubahan iklim, penggunaan air atau fasilitas kendaraan. Pemeringkatan ini bernama UI Green Metrik. Hasilnya, kampus yang paling baik kebijakan lingkungannya di seluruh dunia adalah University of Berkeley di Amerika Serikat. Yang paling baik di Indonesia? Universitas Indonesia. Di Jawa Tengah? Universitas Negeri Semarang.

Dari 95 perguruan tinggi seluruh dunia yang diperingkatkan UI Green Metrik, UKSW tidak tercatat.  Pemeringkatan UI Green Metrik memang masih berusia muda. Metodologinya terbuka untuk diberi masukan. Suatu saat pasti ada revisi. UKSW kelak mungkin bisa nongol juga entah peringkat berapa.

Pada kurun Januari-Mei 2009, menurut Badan Pengawas Periklanan (BPP), pelanggaran EPI didominasi penggunaan bahasa superlatif tanpa dukungan ”fakta-fakta yang obyektif”. Bahasa superlatif bukannya dilarang. Namun ia perlu didukung ”dasar” serta dapat dibuktikan pernyataan tertulis dari otoritas terkait. ”Idealnya,” tulis Ridwan Handoyo.

Kita yakin FEB tidak bermaksud membodohi konsumen atau publik yang kebetulan melihat iklan berbahasa Inggris yang dipajang di jalan kota Jawa tersebut.

Kita juga bisa merenungi iklan FEB ini dari sudut pandang bahasa. Alinea penutup artikel “Superlativisme” karangan Kurnia JR di majalah Tempo 22 Mei 2006 bisa kita jadikan bahan renungan: Dalam berbahasa kita bebas. Sekalipun demikian, tetaplah baik menahan diri, supaya sihir kata tidak lindap. Agar tak pudar ketakziman pada yang sungguh-sungguh besar.

Yodie Hardiyan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s