MARCOPOLO (ORANG BARAT YANG MENGABDI PADA PERADABAN TIMUR)

Posted: November 6, 2010 in Resensi

Bermula dari rasa ingin tau seorang marco muda dengan cerita tentang Ghengis khan. Paman dan ayahnya yang seorang pedagang, sering bercerita kepadanya. Namun, banyak orang yang memandang cerita itu hanyalah dongeng dan merupukan khyalan dari paman dan ayahnya. Di sanalah marcopolo ingin membuktikan bahwa cerita tentang Ghengis khan yang mengalami kejayaan di negri China itu bukanlah dongeng.

Akhirnya dia memutuskan untuk berangkat bersama ayah,paman, dan dua orang pendeta. Kedua pendeta akhirnya memutuskan untuk pulang karena tidak kuat. Di tengah perjalanan marcopollo muda jatuh sakit, mengingat betapa berat medan yang dilalui. Namun, karena keinginananya yang kuat untuk membuktikan dongeng tersebut, dia tetap bersikeras untuk meneruskan perjalanan.

Akhirnya marcopplo bertemu dengan Kubilai khan, yang merupakan cucu dari Ghengis khan. kembali marcopolo harus menemui dilema. Memilih antrara ikut dengan ayahnya pulang ataukah tetap tinggal. Diapun memutuskan untuk tetap tinggal meski harus menjadi abdi dari Kubilai Khan.

Dia mendapat kepercyaan dari kubilai khan. Keprcayaan itu muncul ketika dia berhasil membongkar sebuah peberontakan, dan kecurangan dari seorang jendral di bawahnya kublai khan. Namun, kubilai khan tak lantas percaya. Dia masih menguji kesetiaan dari marco dengan mengutusnya untuk menjadi diplomat dalam sebuah missi pencarian pemberotak yang besembunyi di negara tetangga. Dia pun membuktikan kesetiaanya dengan menumpas para peghianat termasuk pemimpin kekaisaran. sehingga dia di perintahkan untuk menjadi gubernur di daerah taklukan baru tesebut, sejak saat itu marko mendapat kepercayaan penuh dari kubilai Khan.

Marco pengalami banyak pertentangan, mulai muncul lawan politiknya. Dia mulai mengalami trik-trik politik dari lawannya. Meski begitu dia selalu selamat karena dia selalu di lindungi oleh kaisar dan permaisuri kerajaan.

Di selingi dengan kisah percitaan antara dia dengan temulun, yang merupakan gundik kubilai khan yang dihadiahkan kepada marco. Marco tak menganggapnya sebagai gundik buangan tapi sebagai seoranga wanita yang di cintainya. Namun, ternyata temulun sudah mempunyai seorang kekasih yang di cintainya. Dia berusaha melarikan diri dari lingkungan kerajaan, langkahnya terhenti karena ketatnya penjagaan. Akhinya dia di hukum oleh kaisar.

Dia berjanji untuk tetap setia kepada kubilai khan. Bahkan sampai mati. Kali ini dia mendapat misi penting dari kubilai khan untuk mengantarakan kanzai, yang merupakan seorang wanita yang akan di peristri oleh khan di persia. Ternyata marco sendiri jatuh cinta pada kanzai.

Marco mengalami dilema saat di harus memilih kesetiaanya kepada kubilai khan atuw kecintaanya kepada kanzai. selain itu dia mengalami dileme pribadi, mengingat kubila khan sudah beranjak tua sedangkan ketika kubilaikan sudah tiada maka lawan politiknya akan menghancurkanya. Dari mengantar kanzai ini dia memikirkan sebuah peluang untuk pergi dari kekaisaran kubilai Khan.

Karena desakan berbagai pihak akhirnya dia meutuskan untuk tetap mengantar kanzai. Di tengah perjalanan tersiar kabar bahwa kubilai khan menginggal, bersamaan dengan kematian Khan di persia. Terjadi persimpangan jalan antara dia kembali atau dia akan meneruskan perjalanan, atau bahkan pergi. Jika kembali dia akan menghadapi lawan politiknya, meneruskan perjalanan dia tidak tau harus meneruskan kepada siapa, jika lari di dalam rombongan terdapat salah satu laksamana yang menjadi lawan politiknya.

Akhirnya, dia memutuskan untuk melarikan diri. Kerena, dia merasa telah bebas. Janjinya hanya kepada kubilai khan sedangkan dia dan khan di persia telah ada. Namun, dia mendapat tentangan dari laksamana. Dia berhasil lolos dari hadangan laksamana. Ketika hendak lari dia di hadang oleh tentara yang di utus oleh khan yang menggantikan kubilaikan. Dia mendapat misi untuk meneruskan mengantar kanzai sebagai hadiah khan di persia.

Nasib marco harus ditinggal kan oleh dua orang yang di cintainya. Akhirnya marco pun kembali ke italy untuk menemui ayah, paman dan keluarganya.

oleh: Ferrynela Purbo Laksono

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s