Elegi Tak Bersyair

Posted: Oktober 7, 2010 in puisi

Elegi tak bersyair
Terdengar sayup-sayup mengalun
Menepis suara gemericik gerimis

Elegi tak bersyair
Entah datang dari mana
Namun terdengar begitu pilu

Bingung. . .
Kucari asal alunan nada pilu itu
Kini terdengar semakin lirih
Ramai pun terbungkam bisu

Berusaha ku masuki elegi itu semakin dalam
Mataku mulai terpejam
Setetes air mata pun jatuh memecah diamku

Elegi itu terasa semakin dekat
Kurasakan auranya kian mendekap
Merasuk hingga sekujur relung jiwa

Ku amati sekitar. . .
Mereka terlihat acuh
Seolah tak mendengar

Kini kusadari
Elegi tak bersyair
Hanya aku yang dengar

Seketika aku tersontak
saat akhirnya aku temukan
Sumber segala lantunan nada lirih itu
Ketika ku tengok kolong hatiku

Ya. . . elegi tak bersyair
Hanya lantunan  nada lirih
yang nurani ku senandungkan
Sambil menatap kosong
ke arah segundukan tanah merah
yang kini basah terguyur hujan


 

 

 

 

 

 

Kristiana Gabriela  (Redaksi E-time)

Komentar
  1. Tommi wijaya mengatakan:

    bagus . . . !!!! (:

  2. Riro mengatakan:

    SIPP ^^

  3. gabby mengatakan:

    thanks😀

  4. Muhammad Yatin Ali mengatakan:

    Bagus………………..heningkan hati agar lebih berisi………..puisi hati bukan hanya kita sendiri, tapi bagaimana kita mampu merasakan suasana hati orang yang ada disekitar kita.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s