Rasa-rasanya, tak perlu main tebak-tebakan. Apalagi rumus njelimet. Untuk menjawab pertanyaan: program studi (progdi) apa tersedikit peminatnya di Fakultas Ekonomi Universitas Kristen Satya Wacana, Salatiga?

Eng ing eng, Progdi Ilmu Ekonomi (IE), keluar sebagai jawaban. IE tak punya banyak mahasiswa dibandingkan saudara sefakultas; Progdi Manajemen dan Akuntansi, yang unggul kuantitas. Yang melesat jauh dengan angka ratusan.

Tengoklah trend mahasiswa (baru dan transfer) IE dari tahun 2000 hingga 2006. Tahun 2000 ada 93 mahasiswa, 2001 (60 mahasiswa), 2002 (41), 2003 (24), 2004 (21), 2005 (delapan) dan 2006…dua mahasiswa! Waduh!

Eit, tunggu. Jangan langsung beranggapan IE pada tahun 2007 telah tutup buku atau gulung tikar. Tidak. Malah, jumlahnya meningkat: enam mahasiswa masuk, termasuk yang berkewarganegaraan Timor Leste.

Dan, di tahun ajaran 2008/2009, lebih “bergairah” lagi: 30 mahasiswa!

“Target kami 20 (mahasiswa) sebenarnya,” ujar Helti Lygia Mampouw, Koordinator Program Studi IE, ketika ditemui di ruang kerjanya, Kamis, 27 November 2008. Melebihi target, donk.

Memang tak “melimpah” seperti Progdi Manajemen dan Akuntansi, yang masing-masing mengantungi 100 dan 240 mahasiswa baru. Tapi hal ini bisa jadi momen, atau sekadar penanda: IE belum habis.

Berduyun-duyunnya calon mahasiswa masuk IE bukan hasil simsalabim atau seperti menunggu durian runtuh. “Pihak IE enggak jalan sendiri,” kata Helti, “yang pasti topangan dan support dari fakultas sangat besar.”

Fakultas mengucurkan dana. Dana promosi. Digunakan IE promosi ke kantong-kantong daerah asal mahasiswa, yang potensial, di luar Pulau Jawa juga. “Kita bisa pertanggungjawabkan setiap pengeluaran yang kami keluarkan,” tambah Helti.

Kantong-kantong, yaitu Pulau Sumba, Nusa Tenggara Timur dan Kabupaten Toraja, Sulawesi Selatan. Hanya berpromosi di dua daerah, karena menengok duit. Namun, peminat IE tahun ajaran 2008/2009 tak hanya dari sana, ada juga dari Jawa, Maluku dan Papua.

Uniknya, promosi IE tak melulu orang-orang IE. Kerjasama lintas progdi, satu fakultas. Melibatkan dosen dan jaringan alumni. Kompak.

Bagaimana dengan tahun ajaran 2009/2010? Pihak IE, pasang target raih 50 mahasiswa. Cara promosinya pun, dimodifikasi. Pertama, tempat yang pernah didatangi dalam rangka promosi, tak lagi disamperi. Terlalu boros. Karena sudah ada “jalur”, maka cukup angkat telepon. Krang kring krang kring berpromosi.

“Yang kedua, memanfaatkan mahasiswa yang pulang ke kampung,” ujar Helti.

Dosen, yang pergi ke luar Pulau Jawa, juga bakal dititipin promosi. Macam peribahasa, sekali mendayung, dua tiga pulau terlampaui.

“Jadi misalnya Bu Lieli ke Kalimantan, ‘kami titip Bu, tolong promosi kami’ he he,” tambah Helti, tersenyum sumringah.

Bu Lieli yang dimaksud adalah Lieli Suharti, dosen Program Studi Manajemen.

***

Kenapa masuk Progdi IE?

“Memperbaiki tatanan ekonomi (Indonesia),” kata Dewi Istanti.

Dewi mahasiswa Progdi IE angkatan 2008. Asal Cepu, Blora, Jawa Tengah. Ia malu-malu ketika diwawancarai, di kantor bersama Himpunan Mahasiswa Jurusan Kelompok Studi Pembangunan (KSP) dan E-Time di ruang F210 Gedung F. Meski angkatan 2008, ia sudah berbaur dengan anggota Lembaga Kemahasiswaan (LK), terutama di KSP.

Dewi punya cita-cita masuk Progdi IE, tak mendadak atau baru saja. Sudah lama, sedari sekolah menengah pertama.

Dewi tahu tentang UKSW, karena “namanya yang terkenal”. Kebetulan, gurunya ada yang lulusan Satya Wacana. Klop, jadinya Dewi masuk UKSW. Esok, setelah lulus dari IE, ia berharap bisa membuka lapangan pekerjaan. Hmm….

Lain lagi Albertin Yesica Stevani Tumimomor. Mahasiswa Progdi IE angkatan 2008 ini, awalnya hendak masuk Progdi Manajemen. Namun, keluarga “mengarahkan” jalan pendidikan formal Sica, disertai berbagai alasan.

“Ngapain kamu ke manajemen, mending pembangunan aja. Kan di pembangunan, kakak bisa bantu, papa bisa bantu, mama bisa bantu,” kata Sica, panggilan akrab Yesica, menirukan ucapan kakaknya. Nama “pembangunan”, berkaitan nama IE dulu adalah Ilmu Ekonomi Studi Pembangunan.

Pada daftar program studi yang dilansir Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi di UKSW, nama IE dipakai pada Strata 2 (S2) dan S3. Kalau S1, ya Ekonomi Pembangunan. Menurut Helti, pihak IE menggunakan nama “Ilmu Ekonomi” sebagai nama “beken” dan promosi. Nama “IE” juga jadi nama yang terus dipakai. Di brosur, katalog dan situs: nama “IE”-lah yang tercetak.

Daripada beli buku “baru”, Sica didorong masuk IE. Maklum, Kakak, Bapak dan Ibu-nya Sica, jebolan Progdi IE FE UKSW. Buku yang dulu dipakai keluarga Sica, bisa terwariskan.

Kelak, rampung berkuliah, Sica punya cita-cita. Sica, berkeinginan memberi ruh pada Yayasan Bina Dinamika Pedesaan di Poso, Sulawesi Tengah. Yayasan yang mengurus-urus “daerah terpencil”. Yayasan milik bapaknya, yang sekarang tak lagi bergerak alias vakum. Mulia benar, batin saya.

***

Mahasiswa Progdi IE, yang hanya punya “secuil” kerabat mahasiswa seidentitas, kadang jadi bahan olokan. Menimpa mereka. Tak terkecuali, Sica dan Dewi. Yang masih kinyis-kinyis, gres jadi mahasiswa Progdi IE: mahasiswa minoritas!

“Kamu anak mana?”

“Anak ekonomi pembangunan.”

“Oh, anak pembangunan yah. Berarti besok yang bangun-bangun rumah donk?”

Sica mengisahkan semacam ejekan yang pernah diterima. Sica diistilahkan para pengejek sebagai, “tukang bangunan”.

“Ya dibuat santai-santai aja, buat apa juga dimasukin ke hati. Kita kan belum tahu, besok siapa yang lebih maju. Aku, anak pembangunan, atau mereka yang bukan anak pembangunan.” kata Sica, menanggapi apa yang menimpanya. Sica tak minder.

Merasa sebagai minoritas?

“Jelas,” kata Dewi.

“Kita sering diejek, tapi kita tetap bertahan membuktikan bahwa kaum minoritas tidak seperti yang dilihat dibandingkan progdi-progdi lainnya,” tambahnya.

Nada sumbang tak luput mampir di kuping Dewi. Seperti: anggapan lulusan Progdi IE sulit dapat pekerjaan. Dibandingkan Progdi lain, yang punya seabrek mahasiswa; Progdi Manajemen dan Akuntansi.

Apakah masuk progdi IE pasti sia-sia? Apakah Progdi Manajemen dan Akuntansi pasti lebih baik? Apakah lulusan IE pasti bakal sulit cari pekerjaan? Benarkah?

“Jangan sampai kalian beranggapan bahwa di ilmu ekonomi tak berguna, kaliah salah. (Lulusan) Ilmu ekonomi, mendatang akan digunakan di negara ini,” harap Danang Adi Sukmawan, kepada generasi penerus IE tahun 2008.

Danang mahasiswa Progdi IE angkatan 2005. Ia bekas ketua HMJ KSP. Ia juga tak lupa berpesan, agar mereka masuk LK. Utamanya, memberi sambungan nafas bagi KSP, organisasi berslogan “The Power of Minority”.

Koprogdi pun punya banyak harapan, di bidang akademik. “Selalu di kelas saya katakan, orang yang belajar biasa-biasa saja, hasilnya biasa. Orang yang belajar atau bekerja luar biasa, hasilnya pasti luar biasa,” kata Helti.

Bisa jadi, mereka yang kerja keras, belajar secara “luar biasa”, akan memetik hasilnya kelak. Tak melulu karena masuk di progdi tertentu: lantas terjengkang, tersingkir dari kompetisi begitu saja.

Mahasiswa IE angkatan 2008 ini tampaknya begitu dirawat baik-baik. Diberi perhatian, lebih.

Jumat, 3 Oktober 2008. Sebuah acara digelar. Di rumah dosen senior Konta Intan Damanik. Dihadiri Dekan FE Hari Sunarto, Koprogdi IE Helti Lygia Mampuw, dosen Progdi IE Gatot Sasongko, Eranus Yoga Kundhani, Yulius Pratomo, asisten dosen Suprayogi dan Irwin Hartanto.

Acara yang isinya kenalan, bercerita, sharing, renungan, bergurau, makan-makan dan foto-foto. Acaranya mahasiswa Progdi IE 2008 bersama dosen!

“Senenglah. Enggak semua progdi atau fakultas bisa kaya gitu. Ini kaya khusus buat anak-anak IE, jadi kita bisa deket sama temen-temen seangkatan, terus deket ma dosen-dosennya juga,” kata Sica.

Sica benar.

Progdi Manajemen dan Akuntansi tak menghelat acara serupa: yang dihadiri lebih dari separuh total mahasiswa baru, Koprogdi, Dekan, Mas-mas dosen muda dan asisten dosen di rumah salah seorang dosen senior. Acara senang-senang, apalagi. Bukan tak mungkin: keakraban, rasa memiliki, tumbuh terjalin dari sana.

Nah, progdi dengan seabrek mahasiswa, apa kabar?

Yodie Hardiyan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s