Mahasiswa Pukul Asisten Dosen Saat Tes

Posted: Oktober 26, 2008 in Berita
Tag:, , ,

Di tahun 2008 ini, kasus kekerasan tampaknya menjamur di Universitas Kristen Satya Wacana, Salatiga. Ada penyekapan disertai penganiayaan sesama mahasiswa. Latar belakangnya, tuduhan pencurian laptop. Ada pula tawuran antar kelompok etnis. Penyebabnya? Pertandingan futsal.

Di Fakultas Ekonomi (FE), kekerasan malah terjadi di dalam kelas, saat sedang tes (23/9). Mahasiswa bernama Donny Shanada menghajar asisten dosen, Yudhi Hermawan.

Kronologis kejadiannya, menurut penuturan Yudhi, saat itu ia ”menjaga” tes mata kuliah Pengganggaran di ruang E123 bersama Mega A.W dan Arnika H.A. Dosen yang mengampu mata kuliah tersebut, Hani Sirine tak hadir.

Mega mengamati gerak-gerik Donny yang duduk belakang kelas. Donny dianggap sedang berbuat ”tak jujur” mengerjakan soal tes. Mega meminta Yudhi untuk mengawasi ketat Donny.

Donny lantas bertanya atas sikap Yudhi. ”Kenapa lihat-lihat?” tanya Dn. ”Emangnya kenapa?” jawab Yudhi.

Donny seketika beranjak dari kursi memukul Yudhi. Yudhi berusaha membela diri. Perkelahian tak terhindarkan dan dilerai oleh beberapa mahasiswa. Namun saat Donny dan Yudhi jatuh tersungkur, Donny mendapat ”bantuan” dari Teddy Fenalosa dan Indrawan Eko Wiharjo. Mereka ikut memukul Yudhi.

Sebelum keluar dari ruangan, wajah Yudhi dilempar handphone oleh Donny.

Pihak FE tak keluarkan Donny

Belakangan, Donny jarang tampak di kampus. Donny juga tak memberikan tanggapan saat dihubungi E-Time untuk dimintai keterangan.

Sampai berita ini diturunkan, belum ada sangsi yang diputuskan FE. ”Yang jelas enggak mungkin tanpa hukuman. Ya harus dihukum,” kata Hari Sunarto, Dekan FE.

Komala Inggarwati, Wakil Dekan bagian Kurikulum, menggawangi proses penyelidikan. Kedua pihak, Yudhi dan Donny telah dipanggil untuk klarifikasi. Donny mengaku dan menyesali perbuatannya.

Terdapat tiga usulan ”hukuman” dari fakultas terhadap para pelaku. Pertama, skorsing satu tahun dengan nilai semester digugurkan (nilai E) semua. Kedua, membuat surat pernyataan permohonan minta maaf dan ”tidak akan mengulangnya”. Bila mengulang, akan dikeluarkan dari FE. Ketiga, bimbingan konseling di lembaga psikologi terapan.

Usulan diajukan dengan pertimbangan nilai-nilai kristiani. ”Kita bisa saja sih misalnya mengusulkan mengeluarkan, tapi kita masih mempertimbangkan nilai-nilai kristiani sesuai dengan nama lembaga ini. Jadi kesempatan itu kita berikan untuk dia (Donny) memperbaiki diri,” kata Komala.

Ferrynela Purbo Laksono dan Anastasia Ayu Tya Pratiwi

Komentar
  1. hartono.S mengatakan:

    untuk selanjutnya, setiap ujian yg sifatnya close book, mahasiswa diijinkan hanya membawa alat tulis saja. Diusulkan agar kini setiap kelas diberi CCTV, lalu rekaman adegan penyontekan dapat diputar di BU (balariung) saat mahasiswa nunggu dimulainya kebaktian tiap hari senin. Atau kini di kampus sdh tdk ada kebaktian senin?? (maklum sejak lulus 1989 tdk pernah lagi ikuti kegiatan kampus)….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s