My Last Day

Posted: Februari 22, 2008 in Opini
Tag:, ,

Apa yang akan dilakukan bila diri, teman bahkan ada salah satu anggota keluarga divonis dokter mengidap kanker otak dan hidupnya tinggal 3 bulan lagi? Wah pasti terkejut, shock, menangis, mikir ini itu dan segala perasaan campur aduk. Tapi teman-teman, disini ada satu kisah yang bisa jadi teladan, dan kita bisa belajar banyak dari kisah ini.

Saya memiliki seorang sahabat yang divonis dokter terkena kanker otak. Sebut saja namanya Eli. Awal bulan November 2007 dia mulai menyadari bahwa ada yang tidak beres dengan kondisi tubuhnya. Eli sering merasakan kepala sering pusing dibagian belakang kepala dan juga telinga sering sakit. Dia memeriksakan kondisinya tersebut dan dokter memvonis dia positif terkena kanker otak. Di sangat terkejut mendengar vonis tersebut terlebih lagi keluarganya. Namun, dengan tegar dia berkata “tidak apa-apa pasti sembuh”.

Eli pun rutin mengikuti kemoterapi setiap bulan. Seiring berjalannya waktu, memasuki bulan Januari kenyataan pahit harus dia terima lagi. Kankernya sudah menyebar sampai paru-paru. Dan dokter memvonis hidupnya tinggal 3 bulan lagi. Namun, lagi-lagi dia berkata pada orang disekitarnya “tidak apa-apa memang ini yang harus aku hadapi, pasti ada rencana dibalik semua ini”!

Kalau kita menjadi beliau apakah bisa setegar itu? Dengan tenang berkata “tidak apa-apa”, padahal kematian sudah di depan mata? Ditengah-tengah kondisinya seperti itu dia masih sangat bersemangat untuk berangkat kuliah, mengerjakan tugas dengan penuh tanggung jawab, terlibat aktif dalam kegiatan keorganisasian, dan juga dalam pelayanannya di gereja. Eli tidak mau dikasihani orang. Dengan penyakit yang dideritanya, dia selalu ingin terlihat kuat dan ingin dianggap normal seperti orang pada umumnya walaupun fisiknya lemah. Hebatnya, dia selalu memotivasi orang untuk selalu bersemangat.

Intinya, kita jangan menyia-nyiakan hidup ini. Kadang kita terkesan asal-asalan dalam menjalani hidup. Kita selalu berpikir bahwa kita masih muda dan masih bisa hidup bertahun-tahun lagi. Tidak peduli bahwa apa yang kita lakukan itu adalah hal yang buruk. Guys, kita tidak pernah tahu sampai umur berapa kita hidup di dunia ini.

Pernahkah kita merenungkan apakah kita sudah melakukan yang terbaik dalam hidup kita? Apakah selama ini kita sudah menghargai setiap kesimpatan yang ada? Apakah selama ini kita tidak berkompromi lagi dengan dosa? Apakah selama ini kita sudah jadi anak yang baik,yang tidak membantah perintah orang tua? Apakah selama ini kita sudah menjadi mahasiswa yang baik, yang sadar bahwa kewajibannya untuk belajar, tidak membolos dan tidak main-main dalam kuliahnya? Apakah selama ini kita sudah menjadi teman, sahabat, saudara yang baik, pengelola keuangan dengan baik, pengguna waktu yang bijaksana?

Hanya kita yang tahu jawabannya. Jalanilah hari ini seolah-olah hari terakhir kita. Jangan sampai kita kecewa ketika sudah tidak ada kesempatan lagi. Hei, tengoklah kisah si Eli ini! Ditengah-tengah ketidakberdayaan fisiknya dia selalu bersemangat dan selalu berusaha ingin melakukan yang terbaik dalam setiap pekerjaan yang dia lakukan. Baik itu kuliah, kegiatan organisasi, pelayanannya, dan lainnya.

Ada satu kalimat yang sampai sekarang masih saya ingat. Dia pernah berkata seperti ini pada saya, “anggaplah hari ini adalah hari terakhir dalam hidup kita, maka pasti hari ini kita akan senantiasa melakukan yang terbaik dalam setiap pekerjaan apapun”.

Ok, teman-teman! Ini yang ingin saya bagi. Kiranya apa yang saya bagi ini, dapat teman-teman resapi dalam hati. Sehingga kita bisa lebih mengahargai hari ini, besok, diri kita sendiri, orang lain, serta kesempatan2 yang ada dalam hidup kita terutama kesempatan untuk kuliah!

Ratna Puji Hastuti

Komentar
  1. arum mengatakan:

    suka sama kalimat yang “anggaplah hari ini adalah hari terakhir dalam hidup kita, maka pasti hari ini kita akan senantiasa melakukan yang terbaik dalam setiap pekerjaan apapun”
    bagus!!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s